Melacak Sumber Sejarah Wayang di Indonesia dalam Prasasti dan Kepustakaan Jawa Kuno

- 15 Februari 2022, 15:19 WIB
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit.
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit. /Tangkap layar YouTube KumbakarnoLive/

Baca Juga: Fakta Wayang dalam Perkembangan Teknologi di Indonesia, Menjadi Nama Pesawat hingga Kapal Tempur

Kemudian, dalam Prasasti Candi Perot tahu 772 saka (850 M) ditemukan kata manepel dan Prasasti Wilamaasrama tahun 952 saka (930 M) ditemukan kata wayang wwang.

Berdasarkan sumber dari prasasti, Fatkur menjelaskan, dapat dilacak keberadaan wayang sekitar abad IX. Wayang sudah dipentaskan digunakan sebagai ritus religius.

Bentuk wayang masih sederhana dan peralatan penunjang wayang juga masih sederhana. Masyarakat sangat antusias dengan pergelaran wayang.

Baca Juga: Selain Sunan Kalijaga, Ini 3 Wali Songo yang Ciptakan Wayang dan Gamelan untuk Dakwah Agama Islam

“Wayang berkembang dan tumbuh akibat peran serta dari keraton, yang artinya adalah penguasa,” ujarnya.

Sumber sejarah wayang selanjutnya adalah dari kepustakaan Jawa Kuna. Dalam lontar kakawin Arjuna Wiwaha karangan Mpu Kanwa masa Prabu Airlangga sekira 1030 masehi.

Selanjutnya dalam kakawin Wrtasancaya  karangan Mpu Tanakung, di pupuh 93 madaraka.

Sumber kepustakaan Jawa Kuno lainnya adalah Kitab Tantu Pagelaran dan kakawin Bhatarayuda pada zaman Majapahit.

Baca Juga: Kisah Sunan Kalijaga Membuat Wayang untuk Dakwah Menyebarkan Agama Islam di Nusantara

Halaman:

Editor: Ken Supriyono

Sumber: Jurnal Penelitian


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah