Cek Fakta: Geger dan Heboh Ratusan Siswa SD Meninggal karena Vaksin, Begini Fakta Sebenarnya

- 20 Februari 2022, 13:47 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 dapat melawan infeksi virus.
Ilustrasi Vaksin Covid-19 dapat melawan infeksi virus. /pixabay.com/geralt

SERANG NEWS - Cek Fakta, geger dan hebon ratusan siswa SD meninggal karena vaksin, begini fakta sebenarnya.

Beredar pesan berantai di media sosial yang menyebut puluhan hingga ratusan anak-anak sekolah dasar (SD) meninggal dunia karena vaksin.

Dalam pesan berantai disebutkan bahwa salah satu orang tua murid bernama Ummu Neng, memberikan kesaksian bahwa vaksinasi adalah bentuk pembunuhan massal. 

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Bentuk Virus Covid-19 Varian Omicron Berbentuk Nazi atau Lambang Dajjal

Anak-anak tidak butuh vaksin karena sudah memiliki sel darah putih dan kelenjar getah bening.

Klaim pada narasi tersebut adalah salah. Dilansir dari Kominfo.go.id, tidak benar ada ratusan siswa SD yang dilaporkan meninggal akibat vaksin Covid-19.

Sebelumnya ada dua anak yang dilaporkan meninggal setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19, tetapi penyebabnya bukan karena vaksin. 

Baca Juga: Cek Fakta: Geger Habib Rizieq Shihab Membawa Kertas Bertuliskan Happy Valentine Virza, Benarkah?

Terkait dengan adanya pemberitaan meninggalnya dua anak pasca penyuntikan vaksin Covid-19 tersebut.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. Hindra Irawan Satari menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kasus meninggal yang disebabkan vaksinasi Covid-19.

Data Komnas KIPI hingga 30 November 2021 menunjukkan sebanyak 363 KIPI Serius yang dilaporkan di seluruh provinsi di Indonesia. 

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Ashanty Dikabarkan Meninggal Dunia, Begini Fakta Sebenarnya

"Namun kasus meninggal (sampai saat ini) belum ada," kata Hindra, melalui rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 1 Januari 2022.

Jadi berdasarkan keterangan yang didapat, klaim ratusan siswa SD meninggal karena vaksin adalah informasi salah atau disinformasi.***

Editor: Kiki

Sumber: Kominfo


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah